Showing posts with label Literasi. Show all posts
Showing posts with label Literasi. Show all posts

8/12/2020

Ketika Matahari Terbit, Mataku Terbenam


Kapan waktunya. ? Sebuah kesempatan akan hadir seperti air mengalir ke hilir. Upaya sudah dilakukan meski tak kunjung jadi perbaikan serta hilang ditelan sunyi dan bimbang. Suasana seperti ini sudah sekian bulan dan hari, tapi mereka hanya berikan janji yang akan ditagih setelah mati.

Sudahlah kawan..
Kita ini ibarat luka dibawah bayang-bayang Asap geothermal, Kita ini Ibarat duka yang sembuh dikala pasang badan menghadapi kawan seperjalanan, Kita ini adalah jiwa dalam pelarian yang dikejar terhimpit harapan.

Kendalikan diri disaat nurani sudah dibuang dikalangan, kendalikan diri disaat susahnya kepercayaan yang di embankan dulu Kau sia-siakan. masih ada titk embun pagi dikala matamu terpejam, masih ada mentari menyambut meski lelapmu berlanjut.

Nilai sebuah Perjalanan hidup tidak ditentukan oleh kita naik kendaraan apa. tidak juga ditentukan oleh keberadaan dimana dan sedang apa. tapi oleh hati yang ingat akan diri dan kemana akan kembali

Sudah dekat akan ada waktu yang tepat, awal bulan di tahun depan, pohon di tebang jatuhnya tidak menimpa mereka yang sudah kenyang. makan garam dan nasi sisa kecoa penghuni malam.
Share:

Hidup itu Bukanlah Perkara Durasi, Tapi Sebuah Kontribusi


Ketika Sore Menjelang Magrib hujanpun datang tanpa bisikan di awal mula. terdengar Shalawatan Anak-anak yang Ikhlas tanpa rasa ria menjadikan hidup bukanlah durasi seperti suara TOA, tapi bagaimana kita bisa berguna mesti Risih didengar telinga Warga, namun itu tetap harus di suarakan sebagai Pendobrak keadaan yang tidak sesuai dengan sisi pemikiran yang seharusnya.

Ketika banyaknya permasalahan bangsa yang ditulis di dinding media, menjadi bahan pembicaraan para Aktivis yang enggan berpikir panjang terhadap suasana hari ini, berpikirnya jadi buntu dan menular kepada para generasi binaan di Aliansi, dan itu yang paling di takutkan oleh Orang Tua yang punya jiwa sosialis tinggi.

Peluang Usaha di saat pandemi dan suasana negara dalam pemulihan ekonomi dirasakan sangat susah sampai ke tingkat nurani. Kehadiran Program Bansos yang datang, mirip musim kemarau panjang yang ditimpa hujan sesaat, keringnya tanah yang tiba-tiba basah menghadirkan aroma menyengat dan menusuk hidung para umat.

kesibukan yang pernah dibatasi hampir menjadi kebiasaan yang mencelakai pemasukan ekonomi roda sakinah, dan rebahan yang terlalu lama jadi kebiasaan lama yang tak kunjung bangkit lagi, dan dianggap hilang tanpa batas.

Pada akhirnya Solusi yang ditawarkanpun hanya obrolan kecil di warung kopi tanpa mukadimah dan perencanaan yang matang, sementara dinamika di depan mata adalah pekerjaan rumah yang siap menerka dikala mereka lengah. Adapun kemungkinan bisa berdamai dengan naluri sebagai Agen perubahan, disimpan dalam hati yang enggan di keluarkan dalam diskusi.

Pandemi bukan alasan untuk tidak unjuk gigi, kebangkitan Aliansi baru generasi bukan lagi perkara durasi hari ini, tapi bagaimana kita bisa berkontribusi pada permasalahan yang haus akan punya Solusi.

Share:

Blog Archive

Unordered List

Support

Definition List